PADANG--MI: Pemerintah Taiwan memberikan bantuan sebesar US$200 ribu untuk korban gempa di Sumatra Barat (Sumbar). Bantuan tersebut diserahkan Wakil Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Perwakilan Taiwan di Jakarta George TK. Li kepada Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi di Padang, Jumat (9/10).
George TK. Li mengatakan, sumbangan pemerintah Taiwan itu terdiri atas US$100 ribu yang akan disumbangkan ke Kota Padang, dan US$50 ribu untuk korban gempa di Kabupaten Padang Pariaman. Sementara sisa bantuan dana sebesar US$50 ribu akan digunakan untuk membantu rehabilitasi daerah yagn terlanda gempa.
Pemerintah Taiwan telah merencanakan tahap bantuan berikutnya termasuk bantuan makanan dan obat-obatan. Selain itu, Palang Merah Taiwan juga menyumbang dana sebesar US$200 ribu.
George mengatakan pemerintah Taiwan turut prihatin dengan gempa yang dialami Sumbar khususnya Padang dan Padang Pariaman. Taiwan, kata dia, juga pernah diguncang gempa dahsyat pada 21 September 1999 yang mengakibatkan korban 2.300 orang. Pada Agustus 2009, kata dia, warga Taiwan ditimpa badai yang menyebabkan 700 korban.
Ia mengatakan pemerintah Taiwan juga pernah memberikan bantuan kepada Indonesia sewaktu terjadi gempa di Aceh 2004, gempa Yogyakarta 2006 dan gempa Padang 2007.
Menurut dia, sumbangan untuk Sumbar sebanyak US$200 ribu itu dikoordinasi melalui Ketua Lembaga Persahabatan Indonesia-Taiwan Ade Daud Nasution. "Pemerintah Taiwan berharap sumbar bisa cepat pulih," kata George.
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menyatakan terima kasih yang tulus atas empati pemerintah Taiwan. "Atas nama masyakat Sumbar kami sampaikan terima kasih dan penghargaan setulus-tulusnya. Mudah-mudahan apa yang dilakukan dapat meringankan beban kami," kata Gamawan.
Gempa Sumbar terjadi pada 30 September 2009, dengan kekuatan 7,6 Skala Richter. Gempa paling parah menimpa Kota Padang, disusul Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.
Sabtu, 10 Oktober 2009
Korban Gempa Padang Pariaman Capai 359 Jiwa
Padang Pariaman - Hingga hari ke-10 pascaterjadinya gempa yang menguncang Sumatera Barat, korban jiwa yang melayang terus melonjak tajam. Khusus untuk Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, korban tewas kini mencapai 359 orang.
Data Satuan Koordinasi Pelaksana Penanganan Bencana (Sarkolak PB), Sabtu (10/10), menunjukkan korban tewas terbanyak yang telah terdata ditemukan di Kecamatan Patamuan mencapai 73 orang dan di Kecamatan V Koto Timur 67 orang.
Sementara korban jiwa di kecamatan lainnya yakni Batang Gasan (6), Sungai Limua (35), V Koto Kampun Dalam (24), IV Koto Aur Malingtang (11), Sungai Geringging (10), V Koto Timur (54). Selanjutnya, VII Koto Sei Sarik (28), 2x11 Enam lingkung (21), Sintuk Toboh Gadang (5), Lubuk Alung (13), Batang Anai (2). Lalu Kecamatan Nan Sabaris (14), Ulakan Tapakis (12), Padang Sago (20), dan Kecamatan Enam Lingkungan (12).
Selain itu, warga luka berat mencapai 572 orang sementara korban luka ringan berjumlah 528 orang. Dalam catatan Satkorlak PB, rumah yang mengalami rusak berat mencapai 4.305 unit. Sedangkan rumah yang rusak sedang berjumlah 11.547 unit dan rumah rusak ringan 70.988 unit. [*/ton]
Padang Pariaman - Hingga hari ke-10 pascaterjadinya gempa yang menguncang Sumatera Barat, korban jiwa yang melayang terus melonjak tajam. Khusus untuk Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, korban tewas kini mencapai 359 orang.
Data Satuan Koordinasi Pelaksana Penanganan Bencana (Sarkolak PB), Sabtu (10/10), menunjukkan korban tewas terbanyak yang telah terdata ditemukan di Kecamatan Patamuan mencapai 73 orang dan di Kecamatan V Koto Timur 67 orang.
Sementara korban jiwa di kecamatan lainnya yakni Batang Gasan (6), Sungai Limua (35), V Koto Kampun Dalam (24), IV Koto Aur Malingtang (11), Sungai Geringging (10), V Koto Timur (54). Selanjutnya, VII Koto Sei Sarik (28), 2x11 Enam lingkung (21), Sintuk Toboh Gadang (5), Lubuk Alung (13), Batang Anai (2). Lalu Kecamatan Nan Sabaris (14), Ulakan Tapakis (12), Padang Sago (20), dan Kecamatan Enam Lingkungan (12).
Selain itu, warga luka berat mencapai 572 orang sementara korban luka ringan berjumlah 528 orang. Dalam catatan Satkorlak PB, rumah yang mengalami rusak berat mencapai 4.305 unit. Sedangkan rumah yang rusak sedang berjumlah 11.547 unit dan rumah rusak ringan 70.988 unit. [*/ton]
Langganan:
Komentar (Atom)
